Kamis, 17 Mei 2012

El Nino La Nina, Efek Rumah Kaca, Hujan Asam dan Penipisan Lapisan Ozon


A.    El Nino dan La nina
1.       El Nino
a.       El Nino adalah keadaaan suatu permukaan air laut yang panas di wilayah Pasifik-Ekuator bagian timur dan tengah. El Nino diartikan sebagai anak Tuhan. Nama itu diberikan oleh nelayan Peru pada arus panas yang muncul setap hari natal. Seringkali El Nino disebut juga Enso (El Nino Southern Oscillation) atau osilasi selatan. Kata Enso dicetuskan oleh Gilbert Walker pada tahun 1923.
El Nino terdiri dari dua jenis, yaitu:
1)      El Nino minor terjadi pada suhu permukaan laut di Pasifik Ekuator tengah dan timur rendah. El Nino minor mempunyai periode 2 sampai 3 tahun.
2)    El Nino Mayor terjadi pasa saat suhu permukaan laut tinggi dan mencakup daerah luas di Samudra Pasifik. El Nino Mayor mempunyai periode 8 sampai 11 tahun.
b.      Proses Terjadinya
Pada saat El Nino, angin pasat akan melemah, khususnya di batas barat Pasifik Ekuator sehingga air yang menumpuk di barat akan ke timur dan membawa kolam panas tersebut bersamanya. Kolam panas yang bergeser ke timur menyebabkan air yang di-upwelling-kan juga tidak sedingin seperti pada kondisi normal.
c.       Dampak El Nino
1)      Terhadap Kondisi Cuaca Global
a)     Angin pasat timuran melemah
b)    Sirkulasi Monsoon melemah
c)     Akumulasi curah hujan berkurang di wilayah Indonesia, Amerika Tengah dan amerika Selatan bagian Utara. Cuaca di    daerah ini cenderung lebih dingin dan kering.
d)     Potensi hujan terdapat di sepanjang Pasifik Ekuatorial Tengah dan Barat serta wilayah Argentina. Cuaca cenderung     hangat dan lembab.
2)    Terhadap Kondisi Cuaca Indonesia
Fenomena El Nino menyebabkan curah hujan di sebagian besar wilayah Indonesia berkurang, tingkat berkurangnya curah hujan ini sangat tergantung dari intensitas El Nino tersebut. Namun karena posisi geografis Indonesia yang dikenal sebagai benua maritim, maka tidak seluruh wilayah Indonesia dipengaruhi oleh fenomena El Nino.
El Nino pernah menimbulkan kekeringan panjang di Indonesia. Curah hujan berkurang dan keadaan bertambah menjadi      lebih buruk dengan meluasnya kebakaran hutan dan asap yang ditimbulkannya.
2.      La Nina
a.       Pengertian
Dalam bahasa latin La Nina berarti "gadis cilik". La Nina merupakan suatu kondisi dimana terjadi penurunan suhu muka laut di kawasan Timur equator di Lautan Pasifik, La Nina tidak dapat dilihat secara fisik, periodenya pun tidak tetap.
b.      Proses Terjadinya
Pada saat terjadi La Nina angin pasat timur yang bertiup di sepanjang Samudra Pasifik menguat ( Sirkulasi Walker bergeser ke arah Barat ). Sehingga massa air hangat yang terbawa semakin banyak ke arah Pasifik Barat. Akibatnya massa air dingin di Pasifik Timur bergerak ke atas dan menggantikan massa air hangat yang berpindah tersebut, hal ini biasa disebutupwelling. Dengan pergantian massa air itulah suhu permukaan laut mengalami penurunan dari nilai normalnya. La Nina umumnya terjadi pada musim dingin di Belahan Bumi Utara Khatulistiwa.
c.       Dampak La Nina
1)       Terhadap Kondisi Cuaca Global
a)     Angin pasat timuran menguat.
b)    Sirkulasi Monsoon menguat.
c)     Akumulasi curah hujan berkurang di wilayah Pasifik bagian timur. Cuaca di daerah ini cenderung lebih dingin dan kering.
d)     Potensi hujan terdapat di sepanjang Pasifik Ekuatorial Barat seperti Indonesia, Malaysia dan Australia bagian Utara. Cuaca cenderung hangat dan lembab.
e)       Terhadap Kondisi Cuaca Indonesia
Fenomena La Nina menyebabkan curah hujan di sebagian besar wilayah Indonesia bertambah, bahkan sangat berpotensi menyebabkan terjadinya banjir. Peningkatan curah hujan ini sangat tergantung dari intensitas La Nina tersebut. Namun karena posisi geografis Indonesia yang dikenal sebagai benua maritim, maka tidak seluruh wilayah Indonesia dipengaruhi oleh fenomena La Nina.
B.      Efek Rumah Kaca
Efek rumah kaca adalah proses pemanasan suatu benda langit(terutama planet atau satelit) yang disebabkan komposisi dan keadaan atmosfernya.
Berbagai gas di atmosfer seperti karbon dioksida(CO2), uap air, metana(CH4) dan CFC, diumpamakan kaca yang melewatkan sinar ultraviolet tetapi menahan radiasi inframerah.
Macam gas rumah kaca yaitu:
1.       Karbondioksida
            Merupakan gas terbanyak di atmosfer
2.      Metana
Ada banyak diatmosfer, tapi tidak diperhatikan karena tidak berhubungan dengan aktifitas manusia
3.      Uap air
Terbentuk sebagai hasil penguraian sisa tumbuhan. Jumlahnya lebih sedikit, tapi efeknya lebih kuat dari karbondioksida per molekul
4.      Klorofluorokarbon(CFC)
Selain merupakan gas rumah kaca, CFC juga dapat merusak lapisan ozon
C.     Hujan Asam
pH pada hujan biasa adalah 5,6. Hujan asam dapat diartikan sebagai hujan yang memiliki pH dibawah 5,6. Hujan alami bersifat asam karena karbondioksida (CO2) di udara yang larut dengan air hujan memiliki bentuk sebagai asam lemah.
Hujan asam disebabkan oleh belerang (sulfur) yang merupakan bahan pengotor dalam bahan bakar fosil serta nitrogen di udara yang bereaksi dengan oksigen membentuk sulfur dioksida dan nitrogen oksida. Zat-zat ini berdifusi(peristiwa mengalirnya suatu zat dalam pelarut dari bagian berkosentrasi tinggi ke bagian yang berkosentrasi rendah) ke atmosfer dan bereaksi dengan air untuk membentuk asam sulfat dan asam nitrat yang mudah larut sehingga jatuh bersama air hujan.
Secara alami hujan asam berasal dari gunung berapi dan proses biologis. Tapi, kebanyakan hujan asam disebabkan aktivitas manusia, seperti: industri, pembangkit listrik, kendaraan dan pabrik peolahan pertanian (terutama amonia).
Pembentukan hujan asam dapat ditulis sebagai berikut:
S(s)+O2(g) -> SO2(g)
2SO2(g)+O2(g) -> 2SO3(g)
SO3(g)+H2O(l) -> H2SO4(aq)
Masalah yang ditimbulkan antaralain:
1.       Kerusakan hutan
2.      Kematian biota air
3.      Kerusakan bangunan
Cara menangani hujan asam, yaitu:
1.       Menetralkan asamnya dengan suatu basa seperti kalsium karbonat
2.      Mengurangi emisi belerang dioksida(SO2)dan oksida nitrogen
D.     Penipisan Ozon
Lapisan ozon adalah lapisan di atmosfer pada ketinggian 19-48km di atas permukaan Bumi yang mengandung molekul-molekul ozon. Ozon sendiri adalah gas beracun, jadi apabila berada dekat dengan permukaan tanah akan berbahaya bila terhisap karena dapat merusak paru-paru.
Selain itu, lapisan ozon di atmosfer berfungsi untuk melindungi kehidupan di Bumi dari radiasi sinar UV(ultra violet) yang dapat menyebabkan kanker.
Penyebab penipisan lapisan ozon adalah Klorofluorokarbon(CFC). Bila dilepas ke atmosfer, zat yang mengandung klorin ini akan dipecah oleh sinar Matahari yang menyebabkan klorin dapat bereaksi dan menghancurkan molekul-molekul ozon. Setiap satu molekul CFC mampu menghancurkan hingga 100.000 molekul ozon.

2 komentar: