A.
El Nino dan La nina
1.
El Nino
a.
El Nino adalah keadaaan suatu permukaan air laut
yang panas di wilayah Pasifik-Ekuator bagian timur dan tengah. El Nino
diartikan sebagai anak Tuhan. Nama itu diberikan oleh nelayan Peru pada arus
panas yang muncul setap hari natal. Seringkali El Nino disebut juga Enso (El Nino Southern Oscillation) atau
osilasi selatan. Kata Enso dicetuskan oleh Gilbert Walker pada
tahun 1923.
El
Nino terdiri dari dua jenis, yaitu:
1)
El Nino minor terjadi pada suhu permukaan laut
di Pasifik Ekuator tengah dan timur rendah. El Nino minor mempunyai periode 2
sampai 3 tahun.
2)
El Nino Mayor terjadi pasa saat suhu permukaan
laut tinggi dan mencakup daerah luas di Samudra Pasifik. El Nino Mayor
mempunyai periode 8 sampai 11 tahun.
b.
Proses Terjadinya
Pada
saat El Nino, angin pasat akan melemah, khususnya di batas barat Pasifik
Ekuator sehingga air yang menumpuk di barat akan ke timur dan membawa kolam
panas tersebut bersamanya. Kolam panas yang bergeser ke timur menyebabkan air
yang di-upwelling-kan juga tidak
sedingin seperti pada kondisi normal.
c.
Dampak El Nino
1)
Terhadap Kondisi Cuaca Global
a)
Angin pasat timuran melemah
b)
Sirkulasi Monsoon melemah
c)
Akumulasi curah hujan berkurang di
wilayah Indonesia, Amerika Tengah dan amerika Selatan bagian Utara. Cuaca di
daerah ini cenderung lebih dingin dan kering.
d)
Potensi hujan terdapat di sepanjang
Pasifik Ekuatorial Tengah dan Barat serta wilayah Argentina. Cuaca cenderung
hangat dan lembab.
2)
Terhadap Kondisi Cuaca Indonesia
Fenomena El Nino menyebabkan curah hujan di sebagian besar wilayah
Indonesia berkurang, tingkat berkurangnya curah hujan ini sangat tergantung
dari intensitas El Nino tersebut. Namun karena posisi geografis Indonesia yang
dikenal sebagai benua maritim, maka tidak seluruh wilayah Indonesia dipengaruhi
oleh fenomena El Nino.
El Nino pernah menimbulkan
kekeringan panjang di Indonesia. Curah hujan berkurang dan keadaan bertambah
menjadi lebih buruk dengan meluasnya kebakaran
hutan dan asap yang ditimbulkannya.
2.
La Nina
a.
Pengertian
Dalam bahasa latin La Nina berarti "gadis cilik". La Nina merupakan
suatu kondisi dimana terjadi penurunan suhu muka laut di kawasan Timur equator
di Lautan Pasifik, La Nina tidak dapat dilihat secara fisik,
periodenya pun tidak tetap.
b.
Proses Terjadinya
Pada saat terjadi La Nina angin pasat timur yang bertiup di sepanjang Samudra
Pasifik menguat ( Sirkulasi Walker bergeser ke arah Barat ). Sehingga
massa air hangat yang terbawa semakin banyak ke arah Pasifik Barat. Akibatnya
massa air dingin di Pasifik Timur bergerak ke atas dan menggantikan massa air
hangat yang berpindah tersebut, hal ini biasa disebutupwelling. Dengan pergantian massa
air itulah suhu permukaan laut mengalami penurunan dari nilai normalnya. La
Nina umumnya terjadi pada musim dingin di Belahan Bumi Utara Khatulistiwa.
c.
Dampak La Nina
1)
Terhadap Kondisi Cuaca Global
a)
Angin
pasat timuran menguat.
b)
Sirkulasi
Monsoon menguat.
c)
Akumulasi
curah hujan berkurang di wilayah Pasifik bagian timur. Cuaca di daerah ini
cenderung lebih dingin dan kering.
d)
Potensi
hujan terdapat di sepanjang Pasifik Ekuatorial Barat seperti Indonesia,
Malaysia dan Australia bagian Utara. Cuaca cenderung hangat dan lembab.
e)
Terhadap Kondisi Cuaca Indonesia
Fenomena La Nina menyebabkan curah hujan di sebagian besar wilayah
Indonesia bertambah, bahkan sangat berpotensi menyebabkan terjadinya banjir.
Peningkatan curah hujan ini sangat tergantung dari intensitas La Nina tersebut.
Namun karena posisi geografis Indonesia yang dikenal sebagai benua maritim,
maka tidak seluruh wilayah Indonesia dipengaruhi oleh fenomena La Nina.
B.
Efek Rumah Kaca
Efek
rumah kaca adalah proses pemanasan suatu benda langit(terutama planet atau
satelit) yang disebabkan komposisi dan keadaan atmosfernya.
Berbagai
gas di atmosfer seperti karbon dioksida(CO2), uap air, metana(CH4)
dan CFC, diumpamakan kaca yang melewatkan sinar ultraviolet tetapi menahan
radiasi inframerah.
Macam
gas rumah kaca yaitu:
1.
Karbondioksida
Merupakan
gas terbanyak di atmosfer
2.
Metana
Ada banyak diatmosfer, tapi tidak diperhatikan
karena tidak berhubungan dengan aktifitas manusia
3.
Uap air
Terbentuk sebagai hasil penguraian sisa
tumbuhan. Jumlahnya lebih sedikit, tapi efeknya lebih kuat dari karbondioksida
per molekul
4.
Klorofluorokarbon(CFC)
Selain merupakan gas rumah kaca, CFC juga dapat
merusak lapisan ozon
C.
Hujan Asam
pH pada hujan
biasa adalah 5,6. Hujan asam dapat diartikan sebagai hujan yang memiliki pH
dibawah 5,6. Hujan alami bersifat asam karena karbondioksida (CO2)
di udara yang larut dengan air hujan memiliki bentuk sebagai asam lemah.
Hujan
asam disebabkan oleh belerang (sulfur) yang merupakan bahan pengotor dalam
bahan bakar fosil serta nitrogen di udara yang bereaksi dengan oksigen
membentuk sulfur dioksida dan nitrogen oksida. Zat-zat ini berdifusi(peristiwa
mengalirnya suatu zat dalam pelarut dari bagian berkosentrasi tinggi ke bagian
yang berkosentrasi rendah) ke atmosfer dan bereaksi dengan air untuk membentuk
asam sulfat dan asam nitrat yang mudah larut sehingga jatuh bersama air hujan.
Secara
alami hujan asam berasal dari gunung berapi dan proses biologis. Tapi,
kebanyakan hujan asam disebabkan aktivitas manusia, seperti: industri,
pembangkit listrik, kendaraan dan pabrik peolahan pertanian (terutama amonia).
Pembentukan
hujan asam dapat ditulis sebagai berikut:
S(s)+O2(g)
-> SO2(g)
2SO2(g)+O2(g)
-> 2SO3(g)
SO3(g)+H2O(l)
-> H2SO4(aq)
Masalah
yang ditimbulkan antaralain:
1.
Kerusakan hutan
2.
Kematian biota air
3.
Kerusakan bangunan
Cara menangani hujan asam,
yaitu:
1.
Menetralkan asamnya dengan suatu basa seperti
kalsium karbonat
2.
Mengurangi emisi belerang dioksida(SO2)dan
oksida nitrogen
D.
Penipisan Ozon
Lapisan
ozon adalah lapisan di atmosfer pada ketinggian 19-48km di atas permukaan Bumi
yang mengandung molekul-molekul ozon. Ozon sendiri adalah gas beracun, jadi
apabila berada dekat dengan permukaan tanah akan berbahaya bila terhisap karena
dapat merusak paru-paru.
Selain
itu, lapisan ozon di atmosfer berfungsi untuk melindungi kehidupan di Bumi dari
radiasi sinar UV(ultra violet) yang dapat menyebabkan kanker.
Penyebab penipisan lapisan
ozon adalah Klorofluorokarbon(CFC). Bila dilepas ke atmosfer, zat yang
mengandung klorin ini akan dipecah oleh sinar Matahari yang menyebabkan klorin
dapat bereaksi dan menghancurkan molekul-molekul ozon. Setiap satu molekul CFC
mampu menghancurkan hingga 100.000 molekul ozon.
Thans infonya gan :D
BalasHapusThans infonya gan :D
BalasHapus